|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Senin, 08 Desember 2008 |
 Tampak depan Gedung Brantas Saksikanlah sisa kemegahan Surabaya abad lampau di gedung berkubah kembar di Jl Pahlawan 116. Inilah gedung perkantoran dengan arsitektur paling cantik dari sisa-sisa kejayaan Hindia Belanda abad 18. Gedung ini terdiri dari dua lantai. Bentuknya simetris. Modelnya mirip bangunan Bank BI di perempatan Malioboro Jogjakarta. Namun yakinlah bangunan ini lebih indah dari kembarannya. Karena di gedung BI Jogja menjiplak bangunan ini yang berdiri 20 tahun lebih dulu. Sayang kondisinya kini tidak terawat. |
|
|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Senin, 24 November 2008 |
|
 Gang sempit pintu masuk kampung Kapasan Jika di catatan sebelumnya saya menggambarkan tentang kampung Kapasan, saat ini saya menceritakan beberapa penghuni kampung ini yang dilupakan orang. Orang-orang yang mengukir sejarah bangsa. Yang pertama bernama Siauw Giok Tjhan. Dia lahir dan besar di Kapasan, 23 Maret 1914 dan meninggal Leiden, Belanda, 20 November 1981.Dari gang sempit di belakang klenteng Boen Bio, Siauw menjadi politikus pejuang dan tokoh gerakan kemerdekaan Indonesia dari golongan Tionghoa.
|
|
|
<< Moelai < Sebeloemnja 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikoetnja > Achirnja >>
|