|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Selasa, 18 November 2008 |
|
Kalau mencari pecinan di Surabaya maka mampirlah ke Kapasan!. Kampung yang 80 persen penduduknya berdarah Tionghoa ini tidak sekadar menghantarkan kita serasa di Hongkong , namun Kapasan telah melegenda dari sekadar sebuah kampung. Sarat kisah heroik dan pemandangan unik.
Sayang sekarang sepi, hanya ada orang orang Tionghoa jompo yang kongkow di warung warung pojok kampung. Padahal ratusan tahun silam kampung ini terkenal begitu patriotis. Kungfu dan jiwa nasionalisme menjadikan Kapasan bukan sekadar kamp pecinan perantauan. Mari mampir..! |
|
|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Selasa, 11 November 2008 |
 Bagian samping Gedung Brantas Gedung ini sekarang dikenal dengan nama Gedung Brantas. Kondisinya sedang tidak bverpenghuni setelah lama terjerat sengketa. Padahal jika membuka catatan sejarah persuratkabaran negeri ini, gedung ini tidak bisa dipisahkan dari lahirnya puluhan surat kabar prakemerdakaan. Koran berbahasa Belanda pertama di Surabaya yang bernama Soerabaiasch Handelsblad (1865-1942) pernah berkantor di gedung yang dulu bernama De Prottel ini. Didirikan oleh kongsi usaha dagang Andreas Heinrich Pröttel & Co yang dibangun pada tahun 1912. |
|
|
<< Moelai < Sebeloemnja 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikoetnja > Achirnja >>
|