Tjinderamata Soerabaia jang paling tersohor
Moeka
Rumah dr Soetomo yang Merana PDF E-mail
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo   
Minggu, 05 Oktober 2008
Image Pahlawan nasional Dr Soetomo pernah mengukir Sejarah Indonesia dari Surabaya. Perjalanan hidup salah satu motor pergerakan nasional ini masih bisa dinikmati sisanya di kota ini. Sayang rumahnya kini nyaris roboh. Dimana letak rumah bersejarah itu? Hampir semua orang menggelengkan kepala ketika disodori pertanyaan ini. Padahal di buku-buku sejarah yang diajarkan dari bangku SD disebutkan jika dr Sutomo atau yang kala itu akrab disapa Pak Tom menghabiskan karirnya di Surabaya sejak 1923 hingga akhir hayatnya 30 Mei 1938. Namun dimana selama 15 tahun Pak Tom tinggal? Catatan sejarahnya tidak semudah jika menelusuri rumah para pejabat Belanda selama menjaja negeri. Bahkan dalam surat keputusan wali kota tentang 163 bangunan cagar budaya di Surabaya tidak tercatat rumah Dr Soetomo. Beruntung saya menemukan buku lawas di Jalan Semarang yang akhitrnya bisa menjawab tanda tanya selama ini. Buku itu berjudul Peringetan Rapat Taoenan PBI Pertama. Di dalamnya ada sebuah foto yang menjepret tulisan Dr Soetomo dalam sebuah memo. Tulisan di atas memo itu berbahasa Belanda namun kop kertas memo itu yang menyita perhatian. Tertulis demikian Raden Soetomo Huidarts, Simpang Doekoh 15 Soerabaia. Itukah rumah Pak Tom? Untung saja nama jalan Simpang Dukuh masih bertahan hingga sekarang. Petunjuk itu saya telusuri. Ups… saya menemukan bangunan yang tidak utuh lagi di Jl Simpang Dukuh 12. Seluruh halamannya ditumbuhi rumput, dan semak. Rerimbunan pohon di depannya yang menutupi wajah bangunan ini. Bangunannya pun pasti sudah lapuk dan siap-siap ambruk. Rumah bersejarah itu sebenarnya gagah. Halamannya luas lokasinya stategis karena persis berada di belakang Hotel Simpang. Posisinya di pojokan Jl Simpang Dukun dan Jl Kenari membuatnya menjadi rebutan papan reklame. Namun nasib nangunan ini merana sejak 15 tahun silam. Andaikan proyek pembangunan pertokoan yang memakan Jl Kenari tidak macet pada 1998 silam, bisa jadi bangunan bersejarah ini sudah rata dengan tanah dan berganti plaza. ”Kawasan Jl Kenari dan sekitarnya itu sudah dibeli investor property Singapura. Mau menjadi plaza,’’ ungkap Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Armudji, beberapa waktu lalu. Namun siapa sangka di lahan rencana lokasi proyek itu, terselip rumah bersejarah tokoh kebangkitan Nasional. “Saya tidak tahu kalau itu rumahnya dr Soetomo. Namun yang saya tahu sejak 1970-an sudah jadi perkantoran,” kata Sugiyo, warga Gentengkali yang rumahnya sepelemparan batu dari rumah Dr Sutomo. Dia yakin banyak warga Simpang Dukuh tidak tahu jika rumah itu bekas ditinggali Pak Tom. sebab selama ini tidak pernah ada penanda khusus apalagi prasasti. Namun kebenarakan data dari buku lawas Jl Semarang itu diakui budayawan, Kadaruslan. Lelaki 70 tahun yang akrab disapa Cak Kadar itu bahkan memiliki banyak dokumentasi tentang rumah Pak Tom di Simpang Dukuh 12 termasuk buku karya seorang profesor politik dari Amerika yang orang tuanya pernah bertetangga dengan Pak Tom. “Pemkot harus membeli rumah itu. Dan segera ditetapkan sebagai cagar budaya daripada hilang,” kata Cak Kadar geram. Menurut sejumlah catatan. Di Surabaya, Pak Tom bekerja sebagai dosen di Nederlandsch Indisch Artsen School (NIAS) yang sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Unair. Selain itu Pak Tom juga berpraktik di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ). Penduduk Surabaya kerap menyapa dengan Rumah Sakit Simpang. sekarang rumah sakit legendaris itu menjadi Plaza Surabaya. Karier politik Pak Tom juga dipupuk di kota ini. Dia mendirikan sentra aktifitas politik dengan membangun Gedong Nasional Indonesia (GNI) di Bubutan. dai juga mendirikan Partai bangsa Indonesia di tempat yang sama. Termasuk setumpuk aktifitas kepartaian yang bakal.
 
< Sebeloemnja
 

Selamet Datang

Kaos


620


645


654

Pernak Pernik


04


02


06


Kartoe Post


Serie Simpangsche Societeit


Serie Werfstraat atawa Jl Kalisosok

Daftar Societeit






kowe Loepa kata sandi?
Bloem djadi anggaoeta? Silaken daftar, zonder beaja.

Tetamoe

Saat ini ada 24 pengoendjoeng online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini42
mod_vvisit_counterKemarin31
mod_vvisit_counterBoelan Ini219
mod_vvisit_counterSemoea66131

Tjorong Pelanggan


Soeara Pelanggan, Soeara Radja