Tjinderamata Soerabaia jang paling tersohor
Moeka
Cerita Panjang GNI Boeboetan PDF E-mail
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo   
Minggu, 05 Oktober 2008
Image Nama Dr Soetomo atau Pak Tom lekat dengan Gedung Negara Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan. begitu cintanya dengan GNI, jazadnya pun dikebumikan di halaman GNI. Jangan melihat GNI sekarang yang senyap dan semakin lusuh karena trotoar di depannya menjadi lahan parkir 24 jam.

Gedung berpendopo itu hampir sebada silam pernah menjadi magnet gerakan mengusir penjajah tanpa mengangkat senjata. Sering saya datang ke Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl Bubutan. Namun ternyata selama ini saya luput memperhatikan tanda sejarah di bangunan pendopo yang sebenarnya lebih sederhana ketimbang bangunan bergaya joglo kebanyakan. Sebab baru kemarin saya melihat sebuah prasasti yang terselip di beton pagar bagian depan GNI. Begini tulisannya: Batoe Partama dari: Pagar Gedoeng Nasional Indonesia . Terpasang oleh Keoem Istri Indonesia, pada 13 Juli 1930. Peringetan ini terpasang oleh Dames Congressisten PPII pada 13 December 1930. “Sejak dipasang pertama kali, prasasti itu tidak pernah dipindah. Bahkan ada dua prasasti bersejarah lain yang tetap di tempatnya,” kata Kepala UPTD Balai Pemuda dan GNI, Nirwana Juda, Kamis (13/5).

Ini baru satu prasasti. Di tembok joglo ada dua prasasti lain yang tidak kalah bersejarah. Prasati di tembok dalam joglo ditandatangai presiden I RI, Ir Sukarno. Ini prasasti adalah tahapan pemugaran GNI pada 1961. Prasasti yang lebih kecil tertempel di tembok luar bangunan joglo tertanggal 30 Juli 1965 oleh Kepala Biro Teknik Pemugaran Soedjasmono. *** Peletakan batu pertama GNI dilakukan 13 Juni 1930. Motornya adalah Pak Tom, ketua Boedi Oetomo, seorang dokter lulusan Belanda yang sejak 1923 mengajar di Nederlandsche Indische Artesen School (NIAS). Kelak menjadi Faktultas Kedokteran, Unair. Saya melihat foto asli Pak Tom yang kondisinya banyak dimakan ngengat namun masih dipajang di tembok ruangan di belakang pendopo GNI. GNI lahir di masa kota ini menjadi sentra gerakan nasional. Beberapa tahun sebelum perkumpulan di GNI berdiri.

Organisasi Nahdlatul Ulama lahir pada 1926 di kota ini. Kawatan IV yang menjadi tempat lahiranya NU itu bahkan jaraknya tidak lebih dari 300 meter dari GNI. Sebuah gerakan massa yang lebih masif dihimpun Hadji Omar Said (HOS) Tjokroaminoto (Pak Tjokro) dalam wadah Sjarekat Islam (SI) pada 1910-an. Pusatnya di Peneleh VII, sebuah kampung yang berjarak satu kilometer di sebelah timur GNI. Namun, sekembalinya Pak Tom dari sekolah dokter penuh di negeri Belanda pada 1923, dia mampu menyulap Surabaya menjadi kota pergerakan politik paling masif. dengan membangun satra pergerakannya di GNI. Sejak itu GNI menjadi simbol pergerakan nasional baru kaum priyayi pascaperiode Kebangkitan Nasional 1908.

‘’Pak Tom mendirikan Indische Studieclub pada 1924 di Bubutan, yang diikuti dengan klub studi di banyak kota,” kata Prof Indropo, pengagum Pak Tom yang juga guru besar penyakit kulit dan kelamin RSU dr Soetomo. Pada 16 Oktober 1930, perkumpulan ini menjadi Persatuan Bangsa Indonesia yang setahun kemudian menjadi partai politik disingkat PBI. Sentra gerakan dipusatkan di GNI. Kompleks ini dibangun dengan dana patungan termasuk hasil iuran pergerakan perempuan yang dibuktikan dengan prasasti yang tersebut di awal tulisan ini. Rapat tahunan PBI pertama dilakukan di GNI pada 14-16 Mei 1932.

PBI kemudian menjadi parpol termodern yang pernah ada bahkan tidak tertandingi sampai sekarang. Bayangkan saja, sebuah partai politik pribumi di masa penjajahan memiliki peranti yang lengkap. PBI mendirikan dua bank dengan nama NV Bank Negara Indonesia dan Bank Kahuripan. PBI memiliki koran agitasi Soeara Oemoem, majalah Panjebar Semangat yang tetap hidup hingga sekarang. PBI membentuk sekolah pembebasan dengan nama Lembaga Pergoeroean Rakjat, membuka toko perkulakan dengan nama Pertoekangan, kamar dagang dan industri yang bernama Madjelis Sodagar. untuk mengayomi petani PBI mendirikan Roekoen Tani pada 1932, untuk meguatkan buruh kapal, pada 1935 PBI membentuk Roekoen Pelajaran Indonesia atau Roepelin. PBI juga memiliki kependuan dengan nama Surya Wirawan dan masih banyak lagi, yang semuanya berpusat di GNI. Kini tidak ada yang tersisa dari semua kebesaran itu kecuali bangunan pendopo senyap setiap hari. Hanya Panjebar Semangat yang masih terbit hingga sekarang.

 
< Sebeloemnja   Berikoetnja >
 

Selamet Datang

Kaos


628


647


654 b

Pernak Pernik


02


01


06


Kartoe Post


Serie Werfstraat atawa Jl Kalisosok


Serie Kapassan

Daftar Societeit






kowe Loepa kata sandi?
Bloem djadi anggaoeta? Silaken daftar, zonder beaja.

Tetamoe

Saat ini ada 24 pengoendjoeng online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini42
mod_vvisit_counterKemarin31
mod_vvisit_counterBoelan Ini219
mod_vvisit_counterSemoea66131

Tjorong Pelanggan


Soeara Pelanggan, Soeara Radja