| Monumen Indah Masa Kolonial |
|
|
| Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo | |
| Senin, 23 Maret 2009 | |
![]() Tugu jam Inggris di Alun Alun Tugu dari besi tuang itu berdiri di aluoon-aloon Surabaya. Namun sejak 1950-an, taman di depan kantor pos besar itu menjadi Gedung Bank Indonesia. Padahal selain taman kota dengan tugu jam, juga ada tiga patung klasik terbuat dari parmer pilihan. Antara lain Patung setengah badan Ratu Hare Majesteit Koningin Wilhelmina. Patung ini sumbangan Tuan JA Stroop kepada Stadstuin atau taman kota Soerabaia. Patung ini berdiri pada September 1898 memperingati kenaikan tahtah ratu Belanda ini. Di sisi lain juga berdiri patung dada GFA Galati, tidak dijelaskan siapa sosok ini. Dan patung yang paling tua adalah patung Sir Thomas Stamford Raffles yang dibangun zaman Inggris tahun 1815. Uniknya tokoh yang terakhir ini sejatihnya adalah musuh Belanda. Namun karya sang musuh masih tetap dipertahankan. Patung ini duplikatnya berada di Singapura. Di tempat lain, di halaman depan tangsi Djotangan (sekarang gedung Polwiltabes), Pada 4 September 1869, diresmikan Monumen Bali. Tugu ini didirikan memperingati kemenangan Belanda dalam perang di Bali pada April 1849. Monumen ini mirip candi Hindu. bahannya besi tuang dengan lapisan kaki terbuat dari marmer.
Jika Anda melihat Patung Gubernur Suryo di depan Gedung Grahadi, sebenarnya patung ini berdiri di bekas patung Rambaldo yang dihancurkan paskakemerdekaan. Patung Ramnbaldo ini terletak di Kroesenpark atau taman Krosen, sekarang menjadi taman Aspari. Rambaldo bukan tokoh politik, namun perintis perjalanan lewat udara dengan balon tytahun 1908-1911. Tidak hanya orang belanda saja yang dipatungkan, orang prebumi juga pernah dibuat patung di masa Belanda. salah satunya adalah Monumen Husni berdiri di Darmo Plein atau lapangan Darmo. Lapangan itu sekarang menjadi Masjid Al-falah. Achmad Dechawad Husni yang lahir pada 5 September 1897. Husni tewas 6 Juni 1911 akibat kecelakaan pesawat di Ancol, Batavia. Husni dielu-elukan ketika lepas landas untuk penerbangan perdana Soerabaia-Batavia. Juga ada monumen EB van den Bosch sebagai penggagas cultuurstelsel, Monumen Martinus van den Elzen yang seorang pastor Gereja Katolik Roma pertama Surabaya, Monumen Mej R J Almerood yang juga Direksi pertama Meisjesschool atau sekarang SMA 6 Jl Pemuda, juga ada monumen Mayor PPCQ Ondaatje, dan lain-lain. Selain tugu dan patung, bangunan yang mencatat sejarah juga menjadi monumen. Namun bangunan itupun harus rela dibongkar demi pembangunan. Diantaranya nasib tragis jembatan merah yang dirubuhkan dengan alasan pembangunan. Padahal jembatan merah ini adalah jembatan besi pertama yang dibangun dari tahun 1880. Sebelumnya, disini ada jembatan kayu. Kostruksinya menjadi kokoh setelah diganti baja. Pada zaman kolonial, jembatan ini berfungsi menghubungkan daerah pemukiman Eropa atau Europeesche Wijk dibarat kalimas dengan pecinan, Chinesche kamp dan Arabsche kamp. Namun, Jembatan Merah yang saat ini kerap kita lewati sebenarnya tidak asli jembatan yang berdiri 1880. bukan lagi jembatan yang mencatat kisah heroik perjuangan 1945. Namun hanya jembatan duplikat yang dibangun pemkot tahun 1983 menggantikan jembatan lama. Sekarang kerangka jembatan legendaris inipun sudah raib.
|
| < Sebeloemnja | Berikoetnja > |
|---|