| Simpangsche Societeit atawa Balai Pemuda |
|
|
| Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo | |
| Sabtu, 14 Februari 2009 | |
|
Verboden voor honden en inlander, artinya Anjing dan pribumi dilarang masuk. Kalimat ini paling legendaris di Balai Pemuda di awal-awal berdirinya. Dipasang di sebuah plang menghadap Simpangsche weg (Jl Simpang), sekarang Jl Gubernur Suryo. Tidak ada yang berani merobohkan papan yang nadanya menusuk perasaan inlander itu, hingga Belanda angkat kaki pada 1942. Kompleks gedung ini memang dipersembahkan dari perkumpulan elite kulit putih untuk memenuhi kemewahan dirinya sendiri di masa-masa awal politik etis. Ketika tiga klab kulit putih yang sebelumnya berdiri di kota dagang ini tidak mampu menghadirkan suasana ekslusif dan wah, Simpangsche Societeit kemudian dibangun. Klab Simpang ini kelak berubah nama menjadi Balai Pemuda. Padahal saat itu Soerabaia sudah memiliki tiga klab. Antara lain De Club (sekarang bekas Toko Nam) yang dibangun 1850. De Societeit Concordia (Sekarang menjadi Kantor Pertamina Jl Vetaran) diresmikan 4 Maret 1834), dan Marine Societeit Moderlust (sekarang menjadi areal PT PAL) yang dibuka 1 Mei 1876. Klab yang pertama adalah perkumpulannya elite politisi dan pengusaha Eropa. Klab yang kedua adalah kumpulan para opsir belanda dan yang ketiga adalag tempat berkumpulnya angkatan laut kerena sejak zaman Daendles (1808) Soerabaia adalah pangkalan angkatan laut terbesar di negari jajahan Belanda. Kemewahan klab ‘milik’ angkatan laut menjadi begitu gaduh mata para politisi dan pengusaha kulit putih. Status sosial baru yang mulai membanjiri Hindia Belanda di awal 1900. sejak terusan suez dibuka. Menurut banyak kesaksian di catatan lawas, Simpangsche Societeit dibangun setelah De Club ditutup awal 1900. para penguasa ini memimpikan klab yang lebih komplkes dengan lahan yang lebih lapangan daripada sebuah bangunan di pojokan jalan. Para elite ini menjadi yang termewah dan terbesar di Hindia Belanda. Bahkan di Batavia yang memiliki Societeit de Harmonie masih kalah luks dibanding Simpangsche Societeit. Maklum, pada sensus di tahun 1895 penduduk Soerabaia berjumlah 124.000. ini menjadi kota terbesar di Hindia Belanda. Sementara cacah jiwa di Batava pada 1893, penduduknya tercatat 110.669.
Lengkap
Arsitek Westmaes khusus didatangkan dari Belanda untuk meracang ide itu. Sampai pada perang dunia I, Westmaes adalah satu diantara beberapa arsitek pertama Hindia yang tersohor di Hindia Belanda. Dia selalu merancang bangunan dengan kualitas bahan tinggi. Westmaes lah yang menghadirkan De Tweede Roomsch kathoolike Kerk alias Gereja Santa Perawan Maria di Jl Kepanjen pada 1899. Gereja bergaya gotik ini mendatangkan batu bata khusus dari Italia. Khusus di Simpangsche Societeit, Westmaes menawarkan rancangan tempat hiburan paling gres di masanya. Dia tidak membuat satu bangunan besar namun menghadirkan enam bangunan terpisah dalam satu kompleks dengan satu ikon bangunan berkubah dengan ciri kubah mahkota. Kompleks ini di semua dirancang super mewah. Begitu mewahnya rancangan Westmaes, bahkan pelataran parkir bagian tengah dilapisi marmer ukuran raksasa. Westmaes tidak ingin ada debu dan becek di kompleks ini. Jl Simpang saat itu belum beraspal, sebab saat itu aspal belum dikenal di Hindia Belanda. Namun marmer-marmer ini rusak tergerus mesin berat saat pembangunan Bioskop Mitra pada 1977 silam. Ada dua gedung utama yang dirancangnya. Yaitu gedung barat dan timur. Di gedung barat khusus digunakan untuk konsumsi banyak orang, karena terdapat panggung dan lantai yang bisa untuk dansa atau jamuan pesta. Sedangkan gedung timur (berkubah) khusus untuk tamu VVIP. Di dalamnya Dibangun kamar kamar untuk ruang privat. Tersedia lantai dansa dengan musik kamar. Pemain musik ini ditempatkan di mezanine atau balkon di dalam ruang. ‘Lantai setengah’ yang berada di antara lantai dan plafon yang tingginya tujuh meter. Juga ada rastauran dan ruang jamuan yang sekarang menjadi Galeri Surabaya. Di bagian kamar ini terdapat tungku pemanas untuk menghangatkan udara Surabaya yang saat itu suhu tertinggi 23 derajat celcius. Semua fasilitas ini masih bisa disaksikan. Lantas yang hilang adalah kolam air mancur segi delapan di bagian tengah.. Diatasnya ada patung putri duyung dari marmer. Kolam ini dipayungi kubah kaca patri. Sekarang kubah itu berganti fiber glass dan kolam itu dibongkar. Patungnya entah kemana. Di bagian bawah terdapat ruang bawah tanah untuk keamanan jika sewakut-waktu ada serangan musuh. Bangunan lain yang berdiri terpisah adalah gudang minuman, dapur raksasa. Hall tempat olahraga permainan, ruang pamer, dan rumah dinas kepala Simpangsche Societeit. |
| < Sebeloemnja | Berikoetnja > |
|---|